Pulau Weh (Sabang): Eksplorasi Nol Kilometer Indonesia dan Keajaiban Bawah Lautnya

Pulau Weh, yang lebih dikenal dengan nama Sabang, merupakan permata tersembunyi di ujung barat Nusantara. Daya tarik utama pulau ini terletak pada statusnya sebagai titik Nol Kilometer Indonesia, sebuah penanda geografis yang sangat ikonik. Namun, petualangan di Pulau Weh jauh melampaui sekadar berfoto di monumen penanda batas negara. Eksplorasi Nol Kilometer ini berlanjut ke bawah permukaan laut, di mana terbentang keajaiban ekosistem maritim yang belum tersentuh. Keindahan bawah laut Sabang, yang sering disebut sebagai salah satu situs diving terbaik di Asia Tenggara, menjadikannya destinasi wajib bagi setiap pelancong dan penyelam.

Monumen Titik Nol Kilometer Indonesia sendiri, yang terletak di Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang, adalah simbol nasionalisme yang penting. Di tugu tersebut terdapat plakat yang mencantumkan lokasi geografis 0° garis bujur barat Indonesia. Untuk keperluan data kunjungan, tercatat bahwa Monumen ini rata-rata menerima 1.500 pengunjung pada hari libur nasional, dengan puncak kunjungan terjadi pada hari libur Idul Fitri dan Tahun Baru. Pada tahun 2025, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sabang menetapkan jam operasional Tugu Nol Kilometer dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB setiap hari.

Namun, daya tarik sebenarnya dari Eksplorasi Nol Kilometer terletak pada perairannya yang jernih. Perairan di sekitar Pulau Weh adalah pertemuan dua arus utama, yang membawa nutrisi berlimpah dan menciptakan keragaman hayati laut yang spektakuler. Situs menyelam seperti Rubiah Sea Garden dan Batee Tokong menawarkan pemandangan terumbu karang yang sehat, lengkap dengan berbagai spesies ikan, seperti Napoleon wrasse, barracuda, dan lumba-lumba yang sering terlihat berenang di perairan dangkal. Bahkan penyelam pemula pun dapat menikmati kekayaan ini, terutama di kawasan Gapang Beach yang tenang.

Pemerintah Daerah melalui Badan Pengelola Kawasan Sabang (BPKS) telah bekerja keras untuk menjaga integritas lingkungan ini. Dalam upaya pelestarian, sebuah tim gabungan yang melibatkan TNI Angkatan Laut dan Polairud setempat secara rutin melakukan patroli di perairan Sabang setiap hari Jumat, fokus pada pencegahan penangkapan ikan ilegal yang merusak ekosistem karang. Melalui kebijakan konservasi yang ketat dan dukungan masyarakat, Eksplorasi Nol Kilometer di Sabang menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata dapat berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan, menawarkan pengalaman yang tak terlupakan di spot terluar Indonesia.