Pulau Weh, atau yang lebih dikenal dengan Sabang, merupakan permata di ujung barat Indonesia yang menawarkan keindahan alam bawah laut menakjubkan dan pesona Titik Nol Kilometer. Untuk mendukung potensi pariwisata yang luar biasa ini, peningkatan aksesibilitas transportasi menuju pulau ini menjadi prioritas utama. Upaya peningkatan aksesibilitas bukan hanya tentang mempercepat perjalanan, tetapi juga membuatnya lebih nyaman, terjangkau, dan efisien bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Ini adalah langkah krusial untuk membuka Sabang lebih lebar bagi dunia.
Salah satu fokus utama dalam peningkatan aksesibilitas adalah pengembangan infrastruktur laut. Pelabuhan Balohan di Sabang dan Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh menjadi gerbang utama. Penambahan jumlah armada kapal feri dan kapal cepat, serta peningkatan jadwal keberangkatan, telah mengurangi waktu tunggu dan kapasitas angkut penumpang. Misalnya, per 1 Juli 2025, Dinas Perhubungan Provinsi Aceh telah menambah dua kapal cepat baru, sehingga total ada lima kapal yang beroperasi setiap hari dengan jadwal keberangkatan setiap dua jam dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, kecuali hari Jumat yang dimulai pukul 14.00 WIB. Ini sangat membantu mengurangi kepadatan penumpang, terutama saat musim liburan panjang atau perayaan hari besar. Perluasan dermaga di kedua pelabuhan juga sedang dalam tahap perencanaan untuk mengakomodasi kapal yang lebih besar dan volume penumpang yang terus meningkat. Ini adalah “Metode Efektif” untuk mengatasi kendala logistik.
Selain jalur laut, peningkatan aksesibilitas juga mencakup konektivitas udara. Bandara Maimun Saleh di Sabang kini menerima lebih banyak penerbangan dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) di Banda Aceh. Meskipun masih didominasi oleh penerbangan perintis, ada upaya untuk menarik maskapai komersial dengan pesawat yang lebih besar. Pada 10 Juni 2025, PT Angkasa Pura II cabang Bandara SIM menyatakan bahwa mereka sedang dalam negosiasi dengan dua maskapai nasional untuk membuka rute langsung ke Sabang dalam dua tahun ke depan. Hal ini diharapkan akan menarik lebih banyak wisatawan yang menginginkan perjalanan yang lebih cepat dan langsung ke pulau tersebut.
Tidak hanya dari sisi moda transportasi, aspek kenyamanan juga ditingkatkan. Ketersediaan transportasi darat dari Bandara SIM ke Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh, seperti taksi online, taksi konvensional, dan bus Damri, semakin beragam dan mudah diakses. Di Sabang sendiri, rental motor, mobil, dan angkutan umum lokal semakin terorganisir untuk memudahkan pergerakan wisatawan setelah tiba. Penambahan fasilitas penunjang di pelabuhan seperti ruang tunggu yang nyaman, area parkir yang memadai, dan pusat informasi turis juga menjadi bagian integral dari upaya ini. Dengan semua peningkatan aksesibilitas ini, diharapkan Pulau Weh (Sabang) akan semakin dikenal dan mudah dijangkau, menjadikannya destinasi wisata unggulan yang mampu bersaing di kancah internasional.