Guna melayani kebutuhan informasi yang cepat dan akurat bagi keluarga korban musibah kecelakaan laut, otoritas terkait bergerak cepat mendirikan pusat layanan. Langkah ini diawali dengan pembentukan posko informasi korban yang beroperasi selama 24 jam penuh di pelabuhan keberangkatan. Kehadiran pusat informasi ini sangat krusial untuk mencegah beredarnya simpang siur berita hoaks di masyarakat. Petugas siaga menerima kedatangan keluarga penumpang yang mencari kepastian kondisi sanak saudara mereka.
Keberadaan posko krisis terbukti sangat membantu dalam mengintegrasikan data korban selamat maupun korban yang masih dalam pencarian SAR. Petugas menyajikan papan informasi resmi yang diperbarui secara berkala sesuai perkembangan evakuasi di tengah laut. Selain tatap muka langsung, fasilitas saluran telepon darurat atau hotline juga disediakan untuk melayani penanya dari luar kota. Pelayanan transparan ini memberikan ketenangan di tengah suasana duka keluarga korban.
Layanan pendampingan trauma healing dan dukungan psikologis disediakan di dalam area posko krisis oleh para relawan terampil. Konselor mendampingi para keluarga yang sedang emosional dalam menanti kejelasan nasib sanak kerabat mereka. Tempat istirahat yang layak, makanan, serta layanan kesehatan darurat turut disiapkan bagi sanak keluarga yang bertahan di posko. Kepedulian pemerintah hadir secara nyata untuk merangkul warga yang terdampak musibah.
Proses identifikasi korban yang berhasil dievakuasi dilakukan secara terpadu melibatkan tim DVI Kepolisian di posko tersebut. Petugas mengumpulkan data ante-mortem dari keluarga seperti ciri-ciri fisik dan barang peninggalan penumpang sebelum berlayar. Keakuratan data sangat penting untuk mempercepat proses pencocokan jenazah korban yang telah tiba di darat. Sinergi antar instansi di posko membuat proses penanganan menjadi lebih tertata rapi.
Pihak operator kapal penyeberangan juga diwajibkan membuka loket khusus di posko untuk mengurus hak-hak asuransi para korban. Petugas asuransi mendata setiap penumpang yang masuk dalam manifes resmi guna memproses klaim santunan secara cepat. Kemudahan birokrasi ini disiapkan agar tidak semakin memberatkan beban duka yang dirasakan oleh pihak keluarga. Transparansi hak finansial korban dijamin penuh oleh pihak berwenang.
Pengoperasian posko layanan krisis ini dipastikan akan terus dibuka hingga seluruh proses pencarian dan identifikasi korban dinyatakan selesai sepenuhnya. Koordinasi ketat antara dinas sosial, kepolisian, dan pihak pelabuhan menjadi kunci kelancaran pusat informasi ini. Pelayanan yang manusiawi dan responsif menjadi fokus utama para petugas di lapangan. Diharapkan kehadiran pusat informasi ini mampu memberikan kepastian hukum dan emosional bagi keluarga.